Polisi Berhasil Mengidentifikasi 4 Korban Mutilasi Anggota TNI di Papua

\

Seputar Indonesia Timur – Akhirnya, Polda Papua berhasil mengidentifikasi empat korban pembunuhan dan mutilasi yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua beberapa waktu lalu.

Seperti yang diberitakan, kasus pembunuhan ini juga menyeret enam orang anggota TNI AD menjadi tersangka.

Kepala Bidang Dokkes Polda Papua Kombes Nariyana mengatakan, keempat korban yang berhasil teridentifikasi adalah Arnold Lokbere, Lemanion Nirigi, Iryan Nirigi dan Jenius Tini.

“Turut berduka cita atas kejadian yang menimpa para korban mutilasi, pihak kepolisian berkewajiban membantu proses identifikasi yang mana diketahui bersama kondisi jenazah seperti demikian,” ujar Nariyana dalam keterangan tertulis, pada Rabu (14/9).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra menyampaikan, bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan kasus pembunuhan ini dengan tuntas serta transparan.

“Hasil DNA sudah bisa dapatkan sekalipun memakan waktu hampir dua minggu,” jelasnya.

Selain enam orang anggota TNI yang sudah ditetapkan sebagi tersangka, dalam kasus ini Polres Mimika juga sudah menetapkan tiga orang warga sipil sebagai tersangka.

Awal Kejadian Pembunuhan

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Selasa (22/8) sekitar pukul 21.50 Wit di SP 1 Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

Usai melakukan pembunuhan, para pelaku membawa para korban ke Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, untuk dibuang dengan dimasukkan ke dalam karung.

Sebelum dibuang, keempat korban dimutilasi dan anggota badan dimasukkan ke dalam enam karung berbeda. Di mana selanjutnya karung itu diisi batu-batu dan dibuang ke Sungai Kampung Pigapu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Kamal Ahmad mengungkapkan, modus para pelaku melakukan aksinya adalah berpura-pura menjual senjata api. Korban pun terpikat dan hendak membeli senjata api dari para pelaku. Kemudian para pelaku menyiapkan benda yang menyerupai senjata api untuk meyakinkan korban.

Di sisi lain Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom membantah jika keempat korban pembunuhan dan mutilasi tersebut merupakan anggota KKB.