Satu Anggota KKB di Intan Jaya Tewas Setelah Kontak Senjata Dengan TNI

Seputar Indonesia Timur – Terjadi kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Kamis (4/2/2021). Aparat keamanan pun berhasil melumpuhkan satu orang anggota KKB dalam kontak senjata tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Komandan Korem 173/Praja Vira Braja Brigadir Jenderal Iwan Setiawan, juga membenarkan kontak senjata tersebut, yang mana kontak senjata tersebut menewaskan seorang anggota KKB.

Identitas satu anggota KKB yang tewas tersebut adalah Peria Mirip. Dia tewas dengan meninggalkan barang bukti satu handy talkie dan sebuah ponsel.

Iwan juga mengatakan, jika kontak senjata tersebut bermula ketika anggota Satuan Batalyon Infanteri 400/Banteng Raider sedang melaksanakan patroli di sekitar Titigi. Patroli tersebut dilakukan untuk mengantisipasi serangan dari KKB yang sudah terjadi beberapa kali pada bulan Januari yang lalu.

Pada pukul 05.50 WIT, ketika berpatroli, anggota TNI menemukan ada tiga anggota KKB yang juga membawa senjata api. Lalu terjadilah kontak senjata yang akhirnya menewaskan salah satu anggota KKB. Namun dua anggota yang lainnya berhasil melarikan diri.

Iwan juga menjelaskan, bahwa prajurit yang berada di lapangan akan berkoordinasi dengan pemda setempat, pihak gereja, dan tokoh masyarakat untuk menguburkan jenazah Peria.

Perlu diketahui, jika sudah terjadi empat serangan dari KKB di Intan Jaya sejak awal tahun 2021 ini.

Serangan yang pertama KKB di bawah pimpinan Sabinus Waker, mereka membakar pesawat  perintis PK-MAX di Lapangan Terbang Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, pada 6 Januari.

Kemudian, serangan yang kedua, terjadi penembakan terhadap Prajurit Dua Agus Kurniawan hingga gugur di Titigi pada 10 Januari yang lalu.

Lalu, serangan ketiga, terjadi penembakan terhadap Prajurit Satu Roy Vebrianto dan Prajurit Satu Agus Hamdani hingga gugur pada 22 Januari.

Dan serangan KKB yang terakhir adalah penembakan seorang warga bernama Boni Bagau di Kampung Agapa, pada Sabtu 30 Januari yang lalu.

Bukan hanya itu, Polda Papua juga mencatat, bahwa sudah terjadi 49 gangguan keamanan oleh KKB di Papua sepanjang tahun 2020. Adanya terir penembakan KKB yang dilakukan di tujuh wilayah hukum Polda Papua yang meliputi Nduga, Intan Jaya, Paniai, Mimika, Puncak Jaya, Keerom, dan Pegunungan Bintang.

Akibat serangan dari KKB tersebut, setidaknya 14 warga, empat anggota TNI, dan satu anggota Polri meninggal dunia.

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  mengeluarkan ajakan perang terbuka kepada aparat TNI-POLRI di wilayah tersebut.

Wakapolda Papua Brigjen Matius Fakhiri pun menanggapi tantangan perang terbuka itu. Matius menegaskan, bahwa TNI dan Polri tak takut terhadap tantangan tersebut.

“Saya pastikan kalau ajak perang TNI-Polri tidak takut, kita akan hadapi. Cuma kan kita tidak mau ada dampak lain yang akan timbul bila kita mengambil langkah tegas dan terukur yang nantinya bisa di politisasi dipelintir oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin suasana di papua ini selalu kisruh,” ujar Matius, Selasa (2/2/2021).

Sejumlah warga dari Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (3/2/2021) mengungsi karena takut dengan aktivitas KKB.

Dandim 1705/Nabire Letkol Inf Benny Wahyudi membantah mengenai kabar yang menyebutkan para anggota TNI memaksa warga Ndugusiga mengungsi.

“Kalau disebutkan ada massa yang meninggalkan rumah itu bukan TNI-Polri yang minta, yang benar adalah Anggota DPRD Intan Jaya, Benyamin Weya, dia menyampaikan ke masyarakat bahwa situasi tidak aman kita tinggal dulu di tempat lain, itu di Kampung Ndugusiga,” ungkapnya.