
Seputar Indonesia Timur – Seorang anak berusia lima tahun mendadak menjadi sorotan setelah videonya mengemudikan alat berat Excavators diunggah di media sosial Facebook pada, Minggu (5/10/2020).
Theo Paays, bocah berusia 5 tahun asal Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, menjadi perhatian warganet di dunia maya.
Theo bisa mengoperasikan alat berat tersebut untuk menormalisasi aliran sungai yang sempat terhalang puing-puing jembatan yang ambruk saat banjir menerjang desa tersebut pada Sabtu malam (3/10/2020).
Dia juga melanjutkan aksinya ada Minggu (4/10/2020), dimana dia kembali membersihkan sebagian batu besar dan puing jembatan yang menutup instalasi air bersih di desa itu.
Kakek Theo, Anthony Paays mengatakan cucunya mengoperasikan alat berat untuk menormalisasi sungai di desa tersebut atas permintaan warga setempat.
“Waktu banjir tadi malam ada jembatan darurat yang putus di sini lalu batu-batunya jatuh tindih pipanisasi air bersih desa, karena batunya sangat besar-besar dan orang di sini tak bisa angkat lalu mereka datang ke rumah minta bantu angkat,” kata Anthony.
Anthony menyebutkan, sebelum warga mendatangi rumahnya pagi tadi, Theo yang telah dianggap sebagai anak bungsunya itu telah mengoperasikan eskavator untuk membongkar puing-puing jembatan yang menutup aliran sungai tersebut. Banjir semakin meluap karena puing-puing jembatan yang menutup aliran sungai.
“Itu sungai namanya sungai Waitukang kebetulan di depan rumah.
Jadi semalam saat banjir itu sembagian jembatan darurat sudah jatuh tersangkut di batu lalu menghalangi aliran air jadi air meuap, lalu dia (Theo) bongkar pakai eskavator tadi malam lalu kasih hanyut sebagian puing jembatan itu,” ungkapnya.
Keesokan harinya sejumlah warga kemudian mendatangi rumah Anthony untuk meminta bantuan alat berat guna membersihkan aliran sungai dari batu-batu besar yang masih berada di sungai itu.
Warga juga meminta bantuan alat berat karena banyak batu besar yang menindih pipa air bersih tak bisa diangkat oleh warga.
Menurut Anthony, saat didatangi warga kebetulan keluarganya sedang menggelar ibadah perjamuan di rumah.
“Jadi saya tidak tahu sama sekali, Theo ini masuk ke rumah lalu ambil kunci dan langsung membawa eskavator itu ke sungai, kebetulan warga minta bantuan ya,” ujarnya.
Setelah membawa eskavator ke sungai, cucunya itu langsung membersihkan batu-batu besar yang menghalangi aliran sungai dan batu-batu lainnya yang menindih pipa air bersih.
Anthony menjelaskan saat mengoperasikan alat berat tersebut Theo hanya sendirian di atas eskavator dan warga lainnya hanya memberikan aba-aba dari sungai dan kejauhan.
“Jadi memang dia sangat lincah sekali mengoperasikan eskavator itu, dia juga selalu membawa traktor,” ujarnya.
Anthony mengaku kelebihan yang dimiliki cucunya untuk mengoperasikan eskavator itu sama sekali tidak pernah diajarinya.
Menurutnya cucunya itu sangat lincah mengoperasikan eskavator karena ia selalu melihat operator mengoperasikan alat berat tersebut.
“Jadi sama sekali saya tidak pernah mengajari dia, mungkin karena sering lihat operator bawa traktor dan eskavator jadi feelingnya muncul itu menurut saya,” ungkapnya.