
Seputar Indonesia Timur – Saat berwisata ke Ternate, kamu akan menemukan banyak bukti-bukti sejarah masa kejayaan Maluku Utara. Ratusan tahun yang lalu Ternate diperebutkan berbagai bangsa Eropa.
Benteng-benteng pertahanan dan bangunan kerajaan seolah menjadi saksi bisu dan memendam banyak bukti sejarah.
Wisatawan pun bisa berkunjung untuk napak tilas masa kejayaan Ternate di sana. Dari banyaknya benteng dan bukti sejarah lain, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ternate merekomendasikan empat tempat yang wajib dikunjungi saat napak tilas sejarah ke sini.
1. Benteng Kalamata

Benteng Kalamata merupakan benteng yang dibangun tahun 1540 oleh Portugis. Benteng ini juga kerap disebut Benteng Kayu Merah.
Benteng Kalamata didesain menyerupai empat penjuru mata angin, dengan empat bastion berujung runcing dan memiliki lubang bidik senjata. Benteng ini berada di bibir pantai, dan terlihat dari Pulau Tidore juga Pulau Maitara.
2. Kedaton Kesultanan Ternate
.jpg)
Bukti kerajaan terbesar di Ternate ini hingga kini masih aktif berfungsi sebagai rumah kerajaan Sultan Ternate. Kedaton ini berlokasi di Bukit Limau, Jalan Sultan Khairun, Kelurahan Sao Siau, Ternate Utara, Pulau Ternate, Maluku Utara. Bangunan utamanya berbentuk segi delapan yang menyerupai seekor singa yang sedang duduk, dengan kedua kaki depan menghadap ke laut, dan Gunung Gamalama sebagai latar belakangnya.
3. Benteng Tolukko

Benteng Tolukko berdiri kokoh di sisi timur Pulau Ternate, Maluku Utara. Benteng ini dibangun di atas bukit yang menjorok ke laut di Kelurahan Sangaji, Kota Ternate.
4. Benteng Oranje

Benteng Oranje dulunya hanya sebuah benteng tua yang dibangun oleh orang Portugis pada abad ke-16. Benteng tersebut berada di pusat Kota Ternate, tepatnya di Kelurahan Gamalama, Maluku Utara. Benteng ini yang dibangun Portugis ini jadi tempat hunian orang Melayu saat Portugis berkuasa, sehingga sempat disebut Benteng Melayu.
Pada tanggal 26 Mei 1607 benteng tua itu dibangun kembali oleh Cornelis Matclief de Jonge. Setelah itu, benteng tersebut dinamai Benteng Oranje oleh Francois Witlentt pada tahun 1609. Nama Benteng Oranje pun terus digunakan hingga sekarang.