Yuk Kenali Apa Itu Noken Khas Papua!

Seputar Indonesia Timur – Noken merupakan tas khas Papua yang digunakan untuk membawa barang pertanian atau pun barang dagangan ke pasar. Noken sendiri adalah ikon dari Papua.

Noken berbentuk seperti kantong dan terbuat dari kulit kayu dan tumbuh-tumbuhan yang dianyam atau dirajut. Untuk cara membawanya, noken biasa disangkutkan di kepala.

Di Papua dan Papua Barat, noken mempunyai banyak jenis yang sesuai dengan karakter dan bahannya. Keberadan Noken sendiri di Papua sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lamanya. Setidaknya ada 250 suku di Papua mengenal dan menggunakan noken dalam keseharian mereka.

Masing-masing Suku Memiliki Sebutan Noken

Ada beberapa sebutan yang dimiliki oleh Noten, beberapa sebutan itu tergantung dimana noken itu berkembang.

Seperti di Hugula, suku Papua yang berada Kabupaten Jayawijaya, noken disebut dengan Su. Di Dani, noken disebut Jum. Di Yali, noken disebut Sum. Di Biak, noken disebut dengan Inoken/Inokenson. Di Mee, noken disebut Agia. Kemudian di Asmat, noken disebut Ase. Di Irarutu, noken disebut Dump.

Pada umumnya, noken dibuat oleh mama-mama Papua yang biasanya sudah berusia lanjut, yang disebut ‘Mama Noken’.

Akan tetapi, ada juga noken yang dibuat kaum laki-laki. Noken yang dibuat oleh laki-laki ini ada di daerah suku Mae dan dinamakan Meuwodide (bapak-bapak Papua di daerah suku Mae).

Bahan yang digunakan untuk membuat noken pun berbeda-beda di setiap wilayah. Seperti di wilayah selatan Papua (Boven), noken dibuat dari kulit pohon genemo (melinjo). Sementara di Papua bagian pegunungan tengah, noken dibuat dari batang anggrek.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sudah banyak noken-noken yang terbuat dari bahan wol.

“Sudah banyak yang kreasi menggunakan wol, karena bahan seperti kulit kayu susah di dapat dan hasilnya juga akan lebih mahal. Selain itu, bahan wol lebih banyak variasi warnanya,” jelas Suriani, pegawai Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes yang berasal dari Kabupaten Bovel, Digoel, Papua.

Noken: Fungsi dan Status Sosial

Noken sendiri memiliki banyak ukuran yang berbeda yang nantinya akan menentukan fungsinya. Seperti noken yang berukuran besar biasanya untuk membawa hasil kebun, menggendong bayi, atau menggendong anak babi.

Lalu, noken yang berukuran sedang dipakai untuk membawa buku. Kemudian untuk noken yang berukuran kecil digunakan untuk menyimpan ponsel.

Noken juga biasanya menjadi cerminan status sosial pemakainya. Contohnya saja, orang terkemukan di masyarakat, seperti kepala suku, mereka akan membawa noken dengan pola dan hiasan khusus.

Di Papua, noken dijual di pasar, namun sekarang noken banyak dijual di pinggir jalan.

Warisan Budaya Dunia

Noken yang merupakan salah satu kerajinan tradisional masyarakat Papua, memiliki peran sebagai saksi berkembangnya kebudayan di Papua. Oleh karena itu, untuk menjaga kelestariannya, noken Papua ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) di Paris. Prancis.

Penetapan warisan budaya ini dilakukan dalam proses panjang setelah memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan. Sebagai upaya perlindungan terhadap warisan budaya sesuai dengan konvensi perlindungan warisan budaya tak benda oleh UNESCO tahun 2003.