ABK KM Nazila 05 Selamat Usai Kapal Dihantam Ombak


Seputar Indonesia Timur — 
Insiden kapal tenggelam kembali terjadi di perairan Indonesia. Kali ini, KM Nazila 05 dilaporkan karam setelah dihantam gelombang tinggi di wilayah Maluku Utara. Meski sempat dinyatakan hilang, seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem saat berlayar.

KM Nazila 05 memulai pelayaran dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema di Sulawesi Utara pada Minggu (29/3) sekitar pukul 18.00 WIT.

Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Memasuki dini hari, kondisi cuaca memburuk dengan gelombang tinggi yang menghantam kapal.

Sekitar pukul 03.30 WIT, nakhoda melaporkan bahwa bagian haluan kapal mengalami kerusakan serius hingga patah akibat kuatnya hantaman ombak. Situasi kemudian semakin kritis hingga akhirnya kapal tenggelam pada pukul 04.00 WIT.

ABK Bertahan dengan Evakuasi Mandiri

Dalam kondisi darurat tersebut, seluruh ABK tidak tinggal diam. Mereka segera melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat yang tersedia di kapal.

Keputusan cepat ini menjadi faktor krusial yang membantu mereka bertahan di tengah laut sebelum bantuan datang. Meski berada dalam kondisi berbahaya, para ABK berhasil menyelamatkan diri dari kapal yang sudah tidak bisa dipertahankan.

Usai menerima laporan kejadian, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat melakukan operasi pencarian.

Dipimpin oleh Basarnas Palu, tim mengerahkan sejumlah armada, termasuk KN SAR Bhisma dan RB 216 Gorontalo, untuk menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan di beberapa titik koordinat yang telah dipetakan berdasarkan laporan terakhir dari kapal.

Seluruh Korban Ditemukan dalam Kondisi Selamat

Upaya pencarian membuahkan hasil. Seluruh 21 ABK akhirnya ditemukan sekitar 16 mil laut dari titik tenggelamnya kapal.

Kepala Basarnas Palu, Muh Rizal, memastikan bahwa semua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Penemuan ini menjadi kabar lega, mengingat kondisi laut saat kejadian cukup ekstrem dan berisiko tinggi bagi keselamatan.

Setelah ditemukan, para ABK langsung dievakuasi ke kapal penyelamat RB 216 Gorontalo.

Selanjutnya, mereka dibawa menuju Pelabuhan Pelindo Gorontalo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi berlangsung aman tanpa kendala berarti, dan seluruh korban berhasil dipindahkan dengan selamat.

Operasi SAR Resmi Dihentikan

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup.

Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.

Pasca insiden ini, pihak Basarnas mengingatkan seluruh pelaku pelayaran untuk lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.

Cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dapat datang secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan di laut.

Karena itu, pemantauan informasi cuaca serta kesiapan alat keselamatan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Insiden tenggelamnya KM Nazila 05 menjadi pengingat bahwa aktivitas pelayaran memiliki risiko tinggi, terutama di wilayah perairan terbuka.

Meski kali ini seluruh ABK berhasil selamat, kejadian ini tetap menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, baik dari sisi awak kapal maupun sistem keselamatan yang tersedia.