
Seputar Indonesia Timur – PON XX Papua memang sudah selesai pada 15 Oktober 2021 lalu. Akan tetapi, dalam perhelatan tersebut masih menyisahkan hal yang belum beres.
Di mana ribuan pegawai pendukung di bagian konsumsi yang bertugas di sana mengaku belum menerima honor utuh sampai sekarang dari PB PON.
Boby yang merupakan perwakilan pihak vendor, dalam keterangannya kepada awak media mengatakan, bahwa para relawan yang hingga kini belum menerima honor terdiri dari sopir angkutan catering, pedagang sembako , pegawai catering, dan UKM dan lainnya.
Mereka semua ini tergabung dalam total 24 vendor (pihak ketiga) yang direkrut untuk bisa ikut menyukseskan PON XX Papua.
Boby mengatakan, sampai acara selesai, ia dan rekan-rekannya baru mendapatkan pembayaran sebesar 20 persen.
“Sisanya sebesar 80 persen atau sekitar Rp 50 miliar belum dibayar. PB PON pernah janji akan melunasi paling lambat Desember 2021, tapi tidak ada realisasinya hingga saat ini,” terang Boby.
Harapan dari Boby sekarang ini, PB PON atau pihak-pihak yang berwenang untuk bisa segera melunasi pembayaran tersebut. Masalahnya, Hari Raya Lebaran semakin dekat.
Beberapa relawan kewalahan

Belum lunasnya pembayaran honor ini membuat beberapa relawan kewalahan. Contohnya saja salah satu sopir catering bernama Heri. Di mana dia mengaku hingga kini ia belum bisa melunasi utang ke tetangganya.
Heri mengungkapkan, ia berutang ke tetangganya ketika akan berangkat ke Papua. Uang operasional yang ia pinjam tersebut rencananya akan ia ganti setelah honor dari PB PON cair seutuhnya.
Namun pada kenyataannya, hingga kini ia masih menunggu kejelasan pembayarannya.
“Utang ke tetangga belum bisa bayar karena honor saya belum dicairkan,” ungkap Heri yang sehari-hari bekerja di kawasan Pasar Pagi Jakarta Barat.
Seperti dikutip darei JawaPos.com, Sekretaris Menpora Jonni Madrizal mengatakan, jika hingga kini pihaknya masih menunggu hasil review Laporan pertanggungjawaban (LPJ) PON XX Papua dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Kami masih tunggu laporan dari BPKP. Setelah nanti hasil review-nya masuk secara resmi ke kami, segera kami proses, dan kami serahkan ke PB PON,” kata Jonni.
Kemudian untuk alasan apa yang menyebabkan review LPJ PON XX Papua di BPKP memakan waktu lama, Jonni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui penyebabnya.
“Silakan tanyakan ke pihak BPKP. Kami tidak tahu, karena kami juga menunggu,” kata Jonni.