Bentrok Terjadi pada Warga Pro dan Kontra Tambang di Wawonii

Seputar Indonesia Timur – Sejumlah warga yang memberikan penolakan tambang di Desa Roko-Roko Raya, Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, pingsan karena terlibat bentrok dengan warga yang pro tambang.

Muslimin, salah seorang warga Roko-Roko Raya mengatakan, bentrokan tersebut terjadi karena PT Gema Kreasi Perdana, anak Perusahaan Harita Group kembali mengambil lahan milik warga.

“Akibat penyerobotan lahan itu, sebagian warga yang mempertahankan lahannya jatuh-pingsan,” kata Muslimin, seperti yang dikutip dari keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (3/3).

Muslimin mengatakan, bahwa kali ini perusahaan itu mengambil lahan milik La Dani dan Sahria. Mereka adalah dua warga yang sudah menolak keberadaan tambang di Pulau Wawonii.

Muslimin menilai, pengambilan lahan yang terjadi kali ini, pihak perusahaan menggunakan warga yang pro tambang untuk berhadapan dengan warga yang menolak tambang. Bukan hanya itu, warga juga mendapati banyak orang tidak dikenal di lokasi tersebut.

“Pihak perusahaan memanfaatkan warga pro tambang untuk berhadapan dengan warga yang menolak,” ujar Muslimin.

Puluhan orang terlibat bentrok

Dalam video yang beredar, terlihat puluhan orang terlibat dalam bentrok tersebut. Terlihat beberapa orang terlibat aksi saling dorong, sementara yang lainnya berteriak histeris.

Di tengah-tengah warga yang sedang berseteru, terlihat juga satu unit alat berat backhoe.

Walaupun warga yang mempertahankan lahannya sampai jatuh pingsan, sejumlah aparat TNI-Polri yang berada di lokasi membiarkan tindakan penyerobotan lahan warga tersebut.

“Aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi cenderung membiarkan tindakan penyerobotan lahan yang dilakukan perusahaan,” terang Muslimin.

Menurut Muslimin, penyerobotan lahan penolak tambang di Pulau Wawonii hari ini adalah yang keempat kali.

Berdasarkan catatan warga, penyerobotan lahan ini pertama kali dilakukan pada 9 Juli 2019 menyasar lahan Marwah, 16 Juli 2019 menyasar lahan Idris, 22 Agustus 2019 menyasar lahan Amin, Ana, dan Labaa, serta 1 Maret di lahan La Dani dan Sahria.