
Seputar Indonesia Timur – Situasi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat pasca insiden penembakan mobil Kapolres Maybrat terpantau aman dan kondusif.
Diketahui sebelumnya, jika mobil rombongan Kapolres Maybrat ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK) pada Senin (10/5/2021) yang lalu.
Bupati Ingin Semua Pihak Tidak Terprovokasi
Bernard Sagrim selaku Bupati Maybrat mengimbau kepada semua pemangku kepentingan di Kabupaten Maybrat ataupun yang berara di luar Maybrat agar tidak terprovokasi oleh insiden ini.
Dipastikan, situasi tetap aman
Tidak hanya itu, Bupati juga menjamin bahwa semua masyarakat masih bisa melaksanakan aktivitas yang biasa mereka lakukan seperti biasanya. Untuk seluruh warga muslim, juga tetap bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan tenang.
Rapat Bersama Forkopimda
Menindaklanjuti kasus penembakan yang terjadi, Bupati Maybrat bersama Forkompimda telah melakukan rapat di Makodim 1809 Maybrat pda Selasa sore (12/4/2021).
Bernard mengatakan, pasca-insiden penembakan, situasi di Maybrat tidak ada yang menonjol pada dua hari terakhir ini. Aktivitas masyarakat dan roda pemerintahan berjalan seperti biasa.
“Memang di Maybrat ada kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) perjuangan kemerdekaan Papua. Namun,sudah beberapa tahun ini tidak pernah ada aksi tembak menembak,” kata Bernard Sagrim.
Mobil Rombongan Kapolres Ditembak 3 Kali
Diketahui terjadi kontak tembak di Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Iring-iringan mobil rombongan Kapolres Maybrat ditembak oleh orang tidak dikenal sebanyak tiga kali.
Kejadian tersebut terjadi pada Senin (10/5/2021) sekitar pukul 15.30 WIT di sekitar jembatan kurang lebih 200 meter dari Jalan Aifat Timur Jauh.