Demi Berjumpa Paus Fransiskus, 200 Warga Papua Terbang ke Jakarta

Sdputar Indonesia Timur – Sebanyak 200 umat Katolik yang berasal dari Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, datang ke Jakarta untuk melihat langsung Paus Fransiskus.

Diketahui, para umat dari Keuskupan Timika Katedral ini tiba di Jakarta pada Selasa (3/9/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kemudian, mereka baru mengikuti agenda Paus ketika pimpinan tertinggi Gereja Katolik Sedunia tersebut berkunjung ke Gereja Katedral di Jakarta Pusat,  Rabu (4/9/2024) sore.

Francina Belau (53), salah satu umat menyampaikan puji dan syukur pada Tuhan sebab perjalanan jauhnya tidak sia-sia.

Francina senang bisa berdiri di barisan terdepan saat mobil SCV 1 yang membawa Paus melintas masuk ke area gereja.

“Sebenarnya perasaan bukan hanya suka cita, tapi sangat suka cita karena seorang sosok Bapak Suci bisa sampai di Indonesia. Ini satu suka cita yang sangat luar biasa,” kata Francina.

Tak sampai di situ, Francina yang akrab dipanggil Mama ini mengatakan, membutuhkan perjuangan panjang dan melelahkan baginya dan teman-teman sampai ke Jakarta.

Di mana, dari Timika ke Jakarta saja, memerlukan waktu enam jam penerbangan.

Bahkan, sebelum sampai ke Timika, para umat asal Kabupaten Intan Jaya ini harus berganti-ganti naik pesawat kecil. 

“Ini perjalanan kami dari kabupaten ke keuskupan. Dari keuskupan ke Jayapura. Dari keuskupan ke Jakarta. Ini ganti-ganti pesawat. Dari pesawat kecil ke pesawat besar dan proses itu jalannya sampai di Jakarta,” terang Francina.

Francina mengungkapkan, pesawat dari Timika ke Jakarta berkisar harga Rp 6-7 juta. Sementara, biaya pesawat kecil per orang kurang lebih Rp 2 juta rupiah.

“(Hitung saja) Rp 9 juta sekali datang. Pulang balik pasti Rp 18 juta-an. Belum termasuk hotel, belum termasuk transportasi darat dan makan minum. Pasti satu orang bisa lebih dari Rp 20 jutaan,” ungkapnya.

Meski demikian, Francina yakin bahwa perjalanan mereka akan berbuah manis dan penuh berkat. Francina pun berharap, kehadiran Paus di Indonesia akan membawa kebahagiaan dan kedamaian negara. 

“Semoga dengan kehadiran Bapak Suci membawa kami, orang Indonesia yang beraneka ragam budaya suku agama ini membawa satu kebahagiaan dan kedamaian di Indonesia,” katanya.

Selain itu, doa yang sama juga dipanjatkan umat Katolik dari Kabupaten Intan Jaya. Di mana mereka berharap, kedamaian juga akan meliputi Tanah Papua.

“Mari memberikan kami kedamaian supaya kami juga damai, bersama-sama, baik itu Indonesia maupun Papua,” lanjutnya.

Francina juga berharap supaya Timika bisa segera memiliki uskup baru. Sebab, uskup mereka yang terakhir, Mgr Jhon Philip Saklil, meninggal dunia sejak tahun 2019 lalu dan belum ada penggantinya.

Usai menanti kehadiran Paus di Gereja Katedral, Francina bersama dengan 80.000 umat lainnya, akan mengikuti Misa Akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Kamis (5/9/2024).