
Seputar Indonesia Timur – Pada 17 Agustus 1945, ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan di Jakarta, wilayah Papua tidak langsung masuk dalam wilayah Republik Indonesia.
Sesudah hampir dua dekade, tepatnya tanggal 1 Mei 1963, Papua resmi lepas dari kendali Belanda dan kembali ke NKRI.
Dalam kurun waktu tersebut, ada sejumlah tokoh integrasi Papua ke dalam wilayah Indonesia, di mana salah satunya adalah Marthen Indey. Lalu, bagaimana peran Marthen Indey dalam membela serta menjaga persatuan wilayah Papua agar menjadi bagian NKRI?
Marthen Indey
Marthen Indey sendiri merupakan pahlawan nasional dari Papua, di mana pada masa penjajahan Belanda menjadi anggota polisi Hindia Belanda.
Walaupun demikian, dia tidak pernah menghilangkan sikap nasionalismenya, bahkan beberapa kali dia merencanakan pemberontakan terhadap Belanda, namun gagal.
Alhasil, Marthen Indey dan pejuang lainnya dari Papua, yakni, Silas Papare, pernah ditangkap oleh Belanda pada tahubn 1945.
Usai proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, ketika saat itu Papua disebut Irian Barat, masih ada di bawah kendali Belanda.
Marthen Indey juga masih menjadi pegawai Pemerintah Belanda di Papua dengan jabatan sebagai kepala distrik. Di masa-masa inilah, ia jadi salah satu tokoh Papua dalam proses pengembalian Papua ke dalam NKRI
Peran Marthen Indey
Di tahun 1946, ketika Marthen Indey masih menjabat sebagai kepala distrik, dia menjadi Ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM).
Marthen memimpin aksi protes yang didukung oleh 12 delegasi kepala suku untuk menentang Belanda yang ingin memisahkan Papua dari NKRI.
Marthen juga secara terang-terangan meminta anggota militer yang bukan orang Belanda supaya melancarkan perlawanan. Usaha yang dilakukan Marthen Indey dalam mengembalikan Irian Barat ke Republik Indonesia itu sempat membuatnya dipenjara.
Pada 1949, diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang menjadi tanda pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Akan tetapi, berdasar hasil KMB, persoalan Papua belum juga menemui titik terang dan akan dibicarakan setahun usai penyerahan kedaulatan.
Kenyataannya, banyak perundingan antara Indonesia dan Belanda terkait status Papua yang tidak pernah menghasilkan kesepakatan yang cocok sampai lebih dari satu dekade.
Kemudian pada 1962, akhirnya Indonesia memilih jalan perjuangan militer dengan menerjunkan operasi Trikora.
Marthen Indey saat itu sudah bebas dari penjara dan menyusun kekuatan gerilya sambil menunggu kedatangan tentara Trikora.
Masalah Papua baru pun akhirnya menemui titik terang ketika Amerika Serikat meminta Indonesia dan Belanda untuk melakukan perundingan.
Di mana akhirnya, pada 15 Agustus 1962, Perjanjian New York yang mengatur pemindahan kekuasaan atas Irian Barat atau Papua Barat dari Belanda ke Indonesia pun disepakati.
Dari situlah, Marthen Indey menjadi salah satu tokoh yang mewakili Irian sebagai delegasi RI dalam Perundingan New York.
Karena peran besar Marthen Indey dan pejuang lainnya inilah, pada 1 Mei 1963, Papua resmi kembali ke pangkuan Indonesia.