
Seputar Indonesia Timur – Hingga Rabu (7/9) malam, unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Makassar, Sulawesi Selatan, masih berlangsung. Terlihat para mahasiswa menutup seluruh ruas jalan di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, para mahasiswa ini berunjukrasa di Jalan Urip Sumohardjo semenjak siang tadi. Mereka juga menutup seluruh ruas jalan dengan memasang bambu dan membakar ban bekas di badan jalan.
Karena hal ini, kemacetan pun terjadi cukup parah dan memaksa para pengendara yang melintas di lokasi aksi untuk berputar arah.
Akses jalan menuju ke Kabupaten Maros maupun ke Kota Makassar bahkan tidak bisa dilalui oleh warga sejak sore tadi, karena mahasiswa melakukan blokade jalan.
Para mahasiswa memang tidak lagi melakukan orasi, namun mereka hanya duduk-duduk di pinggir dan di badan jalan. Mahasiswa sekali membuka blokade jalan untuk memberikan ruang bagi mobil ambulance yang membawa pasien.
Bukan hanya dampak kemacetan yang ditimbulkan dari aksi blokade ini, para penjenguk Rumah Sakit Ibnu Sina yang terletak di depan harus berjalan kaki untuk bisa memasuki area rumah sakit.
Sampai pada pukul 19.34 WITA, aksi blokade jalan masih terus berlangsung. Tetapi, tidak ada terlihat petugas kepolisian yang mengatur arus kendaraan yang terjebak macet.
Demo Kenaikan BBM

Seperti diketahui, demo tolak kenaikan BBM yang digelar di beberapa daerah di Indonesia, dilakukan pada hari ini. Contohnya saja di Maluku, di mana puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Maluku membakar ban dalam unjuk rasa di Gong Perdamaian, Ambon, Maluku.
Di lansir dari CNNIndonesia.com, massa menggelar long march dan membawa sejumlah spanduk dan atribut berisi menolak harga kenaikan BBM dari Gedung DPRD Maluku Puncak Karang Panjang menuju ke Gong Perdamaian Dunia.
Sesampainya mereka di Gong Perdamaian, mereka pun memulai berorasi. Massa bergantian menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM yang diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Salah satu mahasiswa yang berorasi sempat mengemukakan kekecewaannya pada Jokowi sebagai kepala negara yang tak pro kepada rakyat.
Ia juga menyuarakan kekesalannya kepada Ketua DPRD Maluku Lukky Wattimuri dari fraksi PDIP yang kabur ketika pedemo menggelar demonstrasi di Gedung DPRD Maluku.
“Tak ada satupun anggota DPRD menemui mereka, bahkan Ketua DPRD Maluku kabur saat aksi berlangsung,” ujarnya kesal.
para pengunjuk rasa ini memprotes pemerintah, sebab kenaikan harga BBM ini berdampak kepada masyarakat miskin. Selain itu, mereka juga memprotes penyaluran BLT BBM yang dinilai terlalu kecil untuk menghidupi warga.
Dalam aksi ini, terlihat juga seorang mahasiswa membawa sebuah ban bekas untuk dibakar di tengah jalan. Namun aksi ini pun dicegat aparat kepolisian.
Diketahui, arus lalu lintas yang sempat macet berangsur normal usai massa aksi dengan mobil komando bergerak ke Gedung Kantor Gubernur Maluku di Jalan Pattimura.
Aparat kepolisian Polres Kota Ambon dan Pulau-pulau Lease, sebelumnya sempat melakukan penjagaan di pintu Gerbang Kantor Gubernur Maluku.