
Seputar Indonesia Timur – Laboratorium Biomolekuler terbesar di Indonesia Timur akan dimiliki oleh Sulawesi Utara. Laboratorium ini dibangun berstandar ‘Biosafety Level 2 plus WHO’ dan mampu memeriksa 1.000 sampel per hari.
“Gubernur Olly Dondokambey terus berkomitmen mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di daerah ini,” ujar Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sulut Steve Kepel.
Menurut Steve, dana pembangunan laboratorium di Universitas Sam Ratulangi tersebut bersumber dari hibah APBD Sulut.
“Laboratorium ini selain memeriksa sampel Covid-19, juga untuk pemeriksaan biomolekuler lainnya seperti kanker, penanda tumor dan penyakit lainnya,” tuturnya.
Tetapi Steve tidak merinci berapa besar anggaran untuk pembangunan laboratorium ini. Steve mengungkapkan untuk kemampuan sumber daya manusia yang ditempatkan nantinya telah diakui badan kesehatan dunia.
“Laboratorium ini memiliki luas dan jumlah ruangan terlengkap se-Indonesia Timur serta memiliki SDM yang tersertifikasi internasional dan diakui Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat serta WHO,” ucapnya.
Untuk pengoperasian perdana laboratorium, Steve memastikan siap digunakan setelah peralatan yang dikirim dari Jakarta tiba di Manado.
“Peralatan untuk laboratorium dikirim dari Jakarta. Nanti kalau sudah diterima, laboratorium siap diresmikan penggunaannya,” imbuhnya.