Seputar Indonesia Timur – Kasus positif terpapar virus Corona (Covid-19) terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Provinsi Papua. Pemerintah Provinsi di Papua menghimbau seluruh warganya untuk menjalankan instruksi dari Pemerintah Pusat mengenai social distancing. Hal ini di lakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang terus bertambah.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Papua Silwanus Sumule mengatakan, sampai pada hari Minggu (5/4/2020) pukul 19.00 WIT terdapat 26 pasien positif Covid-19. Dari 26 orang tersebut, 19 orang diantaranya dalam perawatan, sebanyak 5 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia. Siliwanus Sumule juga menyebutkan penyebaran virus ini telah ditemukan di 4 kabupaten dan kota. “Terdapat 4 kabupaten yang betul – betul mendapat perhatian kami, yaitu di Kota Jayapura, Mimika, Merauke, dan Kabupaten Jayapura,” kata Silwanus.
Sementara itu Walikota Sorong, Lambert Jitmau menerapkan ‘Lockdown’ untuk mencegah penyebaran virus Corona di kota Sorong. Seperti penutupan Bandara Deo dan pelabuhan Sorong yang resmi diberlakukan sejak 1 April 2020. Walaupun lockdown sendiri bertentangan dengan intruksi Presiden RI Jokowi yang melarang Pemerintah Daerah (Pemda) menutup bandara dan pelabuhan, karena itu adalah wewenang dari pemerintah pusat. Jika ada kepala daerah yang melakukan hal tersebut, maka mereka terancam hukuman pidana 1 tahun penjara atau denda Rp100 juta rupiah
Namun Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau beranggapan, apa yang dilakukannya ini semata – mata untuk keselamatan dan kesehatan warga Kota Sorong. Penutupan bandara dan pelabuhan adalah karantina wilayah bukan lockdown secara keseluruhan. Hal yang ditakutkan Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau adalah kedatangan orang yang membawa virus ini dari luar Kota Sorong. Karena sebagaimana diketahui, Kota Sorong merupakan pintu gerbang di tanah Papua dan Papua Barat.
“Kalau bandara dan pelabuhan tidak ditutup, maka Kota Sorong akan seperti Jakarta, di mana penyebaran virus Corona tidak bisa dibendung lagi. Saya tidak mau Kota Sorong seperti Jakarta. Walaupun adanya karantina wilayah di Kota Sorong, aktifitas perekonomian di Kota Sorong tetap berjalan, toko sembako masih ada yang buka,” tegasnya.
Lanjutnya, apa yang dilakukan Pemerintah daerah ini adalah semata – mata hanya ingin melindung dan mengamankan warganya. “Saya menutup bandara dan pelabuhan ini, tidak ada maksud lain. Biar siapa mau bilang apa lagi, saya lebih condong melindungi warga saya yang ada di Kota Sorong,”
Wali Kota Sorong pun belum mengumumkan kapan bandara dan pelabuhan di Kota Sorong akan dibuka kembali. “Kalau kita biarkan pesawat dan kapal masuk terus ke Kota Sorong, itu sama saja kita memberikan peluang kepada orang – orang yang terinfesksi virus Corona masuk ke sini,” ucapnya.