
Seputar Indonesia Timur – Senin (10/8/2020), Ririn Kartika Rini harus merelakan sang suami yang meninggal saat menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin karena Covid-19. Wali Kota BanjarBaru, Nadjmi Adhani menghembuskan napas terakhirnya pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WITA di usia 50 tahun.
Ririn Kartika Rini terlihat menangis sambil memeluk foto suaminya suaminya, saat jenazah sang suami dimakamkan di komplek pemakaman Taman Bahagia Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Nadjmi dan istrinya dinyatakan positif corona pada 2 minggu lalu. Nadji sempat membuat video berdurasi 2 menit yang direkam di sebuah rumah sakit di Banjarbaru. Video tersebut viral di media sosial pada Senin (27/7/2020).
Dalam video tersebut, Nadjmi terihat mengenakan alat bantu pernapasan.

“Hari ini saya beserta ibu, berdasarkan hasil swab terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Nadjmi Adhani dalam rekaman video tersebut.
Kesehatan sang wali kota naik turun, selama dinyatakan positif Covid-10.
Kondisi sang wali kota sempat membaik sehari sebelum beliau meninggal. Diketahui, saturasi kandungan oksigen dalam darah atau SPO2 di atas 90 persen.
Keluarga meyakini jika Nadjmi akan sembuh, melihat kondisinya yang membaik kala itu. Bahkan menurut Wakil Wali Kota Banjarbaru Dharmawan Jaya Setiawan, sang wali kota sudah bisa berkomunikasi melalui WhatsApp.
Melihat kondisi seperti itu, Dharmawan optimis jika sang wali kota yang juga teman sejak SMA itu akan sembuh. Dia mengenal jika Nadjmi adalah orang yang tak mudah menyerah dan memiliki semangat tinggi.
“Kami sempat optimis beliau bisa sembuh, saya sangat mengenal beliau karena kami kawan sejak SMA,” ucapnya.
Namun pada Senin dini hari kondisi Nadjmi terus memburuk hingga ia dinyatakan meninggal dunia.
“Saya sangat kehilangan sosok sahabat, beliau pernah menyebut bahwa kami adalah saudara dunia akhirat,” kenang dia.